POLHUKAM.ID - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara DIY menggelar aksi teatrikal di sekitar Tugu Yogyakarta, Jumat (27/10). Foto wajah Presiden Jokowi, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, dan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman disilang merah oleh mahasiswa.
Aksi ini merespons Mahkamah Konstitusi yang dianggap telah luntur integritasnya setelah mengabulkan sebagian "perkara 90" yang dinilai mempermulus laju Gibran Rakabuming Raka, anak sulung Presiden Jokowi, maju pilpres.
"Kami mengecam dan mengutuk keras segala bentuk praktik politik dinasti yang itu buruk, jelek, bahkan keji bagi proses demokrasi," kata Arya Dewi Prayetno, Koordinator Daerah BEM Nusantara DIY.
Anwar Usman yang juga ipar Jokowi dinilai sengaja meloloskan pengubahan syarat capres-cawapres agar Gibran bisa berpasangan dengan Prabowo.
"Bagaimana dipertontonkan oleh rezim saat ini di mana kuasa-kuasa itu hanya berdasarkan relasi dan hubungan keluarga, kami menyayangkan hal tersebut," kata Arya.
"Maka tuntutan kami pada hari ini adalah menuntut pemerintah untuk mengembalikan integritas MK atau mereposisi MK sebagai suatu lembaga negara yang memiliki integritas, kapabilitas, dan akuntabilitas," lanjut mahasiswa ISI Yogyakarta ini.
Artikel Terkait
Harga BBM Pertamina 11 Mei 2026: Daftar Terbaru Pertalite, Pertamax, Solar - Ada yang Naik Gila-gilaan!
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M
Brigpol Arya Gugur Ditembak Saat Cegah Curanmor! Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Mencekam