Peserta aksi — yang menurut Arya berasal dari 25 kampus swasta dan negeri di Yogya — juga menuntut Anwar Usman dicopot dari jabatannya sebagai Ketua MK karena dinilai tidak lagi berdaulat.
"Dampak negatif dari putusan MK mengenai batas usia capres dan cawapres adalah bagaimana kita melihat bahwa orientasi kita untuk beberapa tahun ke depan, di mana mereka-mereka yang memiliki hak untuk jadi pemimpin bangsa hanya mereka-mereka yang memiliki harta, memiliki relasi kuasa, atau memiliki hubungan keluarga yang erat dengan pemangku kebijakan," katanya.
Aksi Teatrikal
Arya mengatakan aksi teatrikal ini adalah cara dari peserta aksi di Yogyakarta sebagai simbol seni dan budaya. Maka dari itu aksi kali ini tak hanya orasi politik saja.
"Ini bermuatan sarkasme atau satire. Disilang artinya kami menunjukkan kekecewaan kami terhadap pemerintah dan rezim saat ini. Kami menyilang muka dari Presiden Jokowi, Gibran, dan juga Anwar Usman, mereka adalah aktor-aktor yang ditunjuk dan dipertontonkan kepada muka publik bahwa mereka telah melakukan praktik dinasti politik yang sangat memalukan bangsa dan negara," katanya.
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Bareskrim Gerebek Markas Judol Internasional: 320 WNA Diringkus, Bos Masih Buron!
Wakil Ketua DPR Kritik Keras TNI Bubarkan Nobar Film Pesta Babi: Ini Pembungkaman Kebebasan Berekspresi!
Harga BBM Pertamina 11 Mei 2026: Daftar Terbaru Pertalite, Pertamax, Solar - Ada yang Naik Gila-gilaan!
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia