Baca Juga: Mengapa Prakiraan Cuaca di HP Kadang Meleset? Ini Penjelasan BMKG
Selain cuaca ekstrem, Dwikorita menyebutkan, selama periode libur Nataru ini terdapat potensi gelombang tinggi di Samudera Hindia, Pasifik, dan Selat Sunda. Ia juga mengingatkan mengenai arus laut dan angin kencang.
Oleh karena itulah, Kepala BMKG mengimbau kepada perusahaan pelayaran, angkutan penyeberangan, nelayan, dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut.
”Masyarakat bisa mengakses informasi cuaca 24 jam penuh melalui aplikasi @infobmkg. Silahkan akses informasi dari platform tersebut sebagai acuan dalam beraktivitas selama pekan Nataru,” ucapnya.
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan, BMKG Dorong Petani Perbarui Ilmu Titen dengan Penggunaan Teknologi
Sementara itu, berdasarkan analisa BMKG, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, potensi cuaca ekstrem yang terjadi selama periode libur Nataru ini disebabkan oleh aktivitas pola tekanan rendah di Laut Cina Selatan.
Menurutnya, keberadaan pola tekanan rendah di sekitar Laut Cina Selatan secara tidak langsung turut membentuk pola pertemuan serta belokan angin dan menyebabkan terjadinya peningkatan awan hujan di sekitar Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: paradapos.com
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!