"Hanya saja, publik masih menilai apakah ini adalah sandiwara atau benar-benar terjadi secara alamiah," paparnya.
Menurut Refly, keretakan di antara keduanya disebabkan oleh dukungan terhadap "putra dan putri mahkota" penerus tahta presiden yang berbeda pada Pilpres 2024.
Seperti diketahui, Megawati mendukung Ketua DPR Puan Maharani untuk maju dalam Pilpres 2024. Sementara itu, Jokowi memberi sinyal mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
"Celakanya, kedua orang itu tak bisa disatukan karena keduanya dari PDIP. Sebab, dianggapnya tak menguntungkan jika capres dan cawapres yang diusung berasal dari partai yang sama," tuturnya.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Java FX: Platform Trading Forex Terpercaya dengan Edukasi Lengkap untuk Pemula & Profesional
BMW Putih Pelat Dinas Kemhan Viral Ngebut, Ternyata Ini Fakta Mengejutkan yang Diumumkan Jenderal TNI AU
Gamis Bini Orang Bakal Viral Lebaran 2026? Ini Model & Harganya di Tanah Abang!
Polytron Fox R Bikin Ojol Kaya? 200 Km Cuma Rp 10 Ribu, Ini Buktinya!