"Hanya saja, publik masih menilai apakah ini adalah sandiwara atau benar-benar terjadi secara alamiah," paparnya.
Menurut Refly, keretakan di antara keduanya disebabkan oleh dukungan terhadap "putra dan putri mahkota" penerus tahta presiden yang berbeda pada Pilpres 2024.
Seperti diketahui, Megawati mendukung Ketua DPR Puan Maharani untuk maju dalam Pilpres 2024. Sementara itu, Jokowi memberi sinyal mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
"Celakanya, kedua orang itu tak bisa disatukan karena keduanya dari PDIP. Sebab, dianggapnya tak menguntungkan jika capres dan cawapres yang diusung berasal dari partai yang sama," tuturnya.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Dari Ajudan ke Wapres: Rahasia Karir Try Sutrisno yang Ditahan Soeharto
Proyek Ruang Perjamuan Trump Dibatalkan? Fakta Kesenjangan Hukum yang Bikin Geram!
Dino Patti Djalal Bongkar 4 Alasan Keras: Mediasi Prabowo untuk Iran-AS Mustahil Terwujud!
Makan Bergizi Gratis Berbelatung? 47 Dapur Disetop Operasi, Ini Fakta Mengerikannya