"Lalu jujur, adil, luber. Langsung, umum, bebas, nah ini bebasnya dan rahasia. Jadi tidak digiring loh, tolong ya," sambung Megawati.
Presiden ke-5 Indonesia ini kemudian mengungkapkan penyelenggara pemilu berbentuk lembaga, bukan sebuah komisi seperti saat ini.
"Lah gimana tho yo. Saya dulu mempertahankan, dulu kan waktu zaman orde baru kan LPU, Lembaga Pemilihan Umum. Menurut saya itu lebih kuat. Tapi waktu reformasi, itu dijadikan komisi," tuturnya.
"Saya selalu katakan, tapi selalu kayak saya di-bully. Saya katakan komisi itu, ada Pak Laoly (Menkumham), jawab saya. Komisi itu sifatnya ad hoc kan? Bahwa suatu saat bisa dibubarkan. Itu berulang kali saya ngomong," beber Megawati.
Diketahui dalam Pemilu 2024 PDI Perjuangan bersama PPP, Perindo dan Hanura mengusung pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. ***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianterbit.com
Artikel Terkait
Defisit APBN Maret 2026 Tembus Rp240 Triliun! Ini Penyebab Utama Kenaikan 130%
Ahmad Dhani Bongkar Bukti ABC Perselingkuhan Maia Estianty dengan Bos TV: Saya yang Ceraikan Dia!
Prajurit TNI AL Baru Dilantik Tewas di Kapal Perang, Keluarga Temukan Luka Lebam dan Darah di Selangkangan
Rupiah Anjlok ke Rp17.420! Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah, Apa yang Terjadi?