"Sekarang, setelah sukses urus baliho Jenderal Dudung sibuk ngurusi migor, dengan sigap, Dudung datang ke Pasar Kramat Jati," kata Khozinudin dikutip Polhukam.id.
"Sejak kapan Menko Marives jadi atasan Dudung? Bukankah atasan Dudung Panglima TNI? Kenapa Dudung terkesan cari panggung sendiri?," tanyanya.
Ia mempertanyakan apakah berdasarkan temuannya di Pasar Kramat Jati jika ada pedagang yang menjual migor di atas harga eceran tertinggi (HET) lalu akan menghukum pedagang nakal itu?
"Entahlah, apa yang akan dilakukan Dudung setelah tahu ada pedagang yang menjual harga diatas HET. Apakah akan dihukum push up," pungkasnya.
Menurutnya, negara ini seperti dikelola oleh preman, tentara dikerahkan untuk menakut-nakuti rakyat.
Artikel Terkait
Turis Australia Diperkosa Satpam di Bali: Kronologi Mengerikan di Balik Kamar Mandi Klub Malam
Presiden Prabowo Beri Perintah Rahasia ke Bahlil: Ini Strategi Darurat Minyak Imbas Perang Timur Tengah
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!