"Apa pak yang bisa deliver, gimana kita bisa percaya, apa rekam jejaknya, apa program nya,"tambahnya lagi.
"Ga usah sampe bawa-bawa mimpi, tangis-tangisin sampe berantem sama tetangga siapa yang jadi pemimpin." ujarnya lagi.
Pandangan Najwa Shihab tersebut mengacu pada pemikiran yang sederhana bahwa memilih pemimpin itu tak usah dibuat ribet dan pusing atau hingga ribut dengan orang lain.
Terkadang diantara kita banyak yang mengorbankan persaudaraan dan persahabatan karena ribut berbeda pandangan politik dalam pemilihan calon pemimpin negara hingga melupakan ikatan persaudaraan atau persahabatan.
Hal itu dinilai keliru oleh sosok jurnalis ini, bahwa pengalamanya selama 20 tahun menjadi seorang jurnalis dan meliput Pemilu membuatnya sadar bahwa pilihan politik kita tak perlu dibawa hingga baper.
Namun kebalikannya, kita masyarakat harus santai dan memilih pemimpin secara simpel saja, ialah dengan cara melihat rekam jejak, serta program-programnya ke depan.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jember.jatimnetwork.com
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!