Namun, sebagian hati dan cintanya, masih tertinggal di Sungai Aare, Swiss, yang menjadi tempat peristirahatan terakhir putra sulungnya dengan Atalia Praratya, Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril (22).
Menyala di antara keikhlasannya pada takdir Sang Pencipta.
Rasa itu diluapkan Kang Emil, melalui media sosialnya, jelang pergantian hari. Sekitar pukul 11 malam.
Lewat Instagramnya yang berpengikut 16,2 juta orang, Kang Emil menitip pesan pada Sungai Aare, yang merupakan salah satu sungai terpanjang di Swiss. Pada sungai yang terus ditelusurinya selama sepekan, bersama otoritas setempat.
Demi mencari putra tercinta, yang hilang terseret arus saat berenang pada Kamis (26/5).
"Wahai Sungai Aare, sebagai sesama makhluk Allah SWT, aku titipkan jasad anak kami kepadamu. Sudah kukumandangkan adzan terbaikku di hadapanmu. Bahagiakan dia dalam keindahanmu. Selimuti dia dalam kehangatanmu. Lindungi dia dalam kemegahanmu. Sucikan dia dalam kejernihanmu. Jadikan doa-doa kami menjadi cahaya penerang jasadnya di dasarmu. Engkau sudah ditakdirkan sebagai tempat terindah dan terbaik baginya untuk bertemu dengan pemilik sejatinya, Allah SWT. Berjanjilah pada kami, wahai Sungai Aare," tulisnya.
Dalam postingan pilu tersebut, Kang Emil juga menyatakan, pihaknya melepas dan mengikhlaskan sepenuh hati atas berpulangnya Eril.
Eril yang di penghujung usianya masih berstatus sebagai mahasiswa ITB, lahir di New York Amerika Serikat, 25 Juni 1999 - saat Kang Emil menempuh studi S2 di University of California, Berkeley - dan menutup usia untuk selamanya di Bern, Swiss 26 Mei 2022.
"Mohon dimaafkan, jika semasa hidupnya ada kekhilafan dan kesalahan," ucap Kang Emil.
Artikel Terkait
Makan Bergizi Gratis Berbelatung? 47 Dapur Disetop Operasi, Ini Fakta Mengerikannya
Anies Baswedan Buka Suara Soal Gugatan MK: Akhir Dinasti Politik di Indonesia?
SBY Buka Suara: Mampukah Trump & Khamenei Cegah Perang AS-Iran di 2026?
Fara UIN Suska Riau & Drama Selingkuh: Fakta Mengejutkan di Balik Kasus Kekerasan yang Viral