"Ini cara kita mengedukasi," ujarnya, sambil menunjuk pada meja-meja untuk anak sekolah di rumah pengasingan Bung Hatta.
Dia mengungkapkan, belajar dari sosok proklamator, Bung Karno dan Bung Hatta, pasangan calon (Paslon) 3, Ganjar-Mahfud, menyadari betapa pendidikan menjadi kunci kemajuan.
Hal itu, dibuktikan Bung Hatta yang tetap setia mengedukasi masyarakat di Pulau Banda untuk berjuang menentang penjajahan Belanda, meskipun sedang dalam pengasingan.
"Maka kalau hari ini tidak memberikan fasilitas pendidikan, rasa-rasanya kita akan sulit maju. Inilah yang ada di Banda untuk kita bisa tahu bagaimana Pahlawan Revolusi kita berjuang, bagaimana ujung-ujung Indonesia yang hebat, dan Banda ini kecil tapi ceritanya mendunia. Saya sangat suka sekali," papar Ganjar.
Melihat keindahan alam dan keramahan penduduknya, Ganjar pun memahami arti perkataan Sutan Sjahrir yang mencintai Banda Neira meskipun diasingkan pemerintah belanda di pulau kecil tersebut.
"Jangan mati sebelum ke Banda Neira," kata Ganjar Pranowo, mengutip kata-kata Sjahrir.
Kunjungan Ganjar ini menjadi simbol komitmen untuk mendengarkan, meresapi, dan bersatu dengan masyarakat di ujung Indonesia, menjadikan setiap sudut negeri ini sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan bangsa, penghargaan terhadap sejarah, dan harapan akan masa depan Indonesia. (*
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: ayoindonesia.com
Artikel Terkait
Dino Patti Djalal Bongkar 4 Alasan Keras: Mediasi Prabowo untuk Iran-AS Mustahil Terwujud!
Makan Bergizi Gratis Berbelatung? 47 Dapur Disetop Operasi, Ini Fakta Mengerikannya
Anies Baswedan Buka Suara Soal Gugatan MK: Akhir Dinasti Politik di Indonesia?
SBY Buka Suara: Mampukah Trump & Khamenei Cegah Perang AS-Iran di 2026?