Di era Romawi dan Yunani Kuno, graffiti banyak ditemukan di dinding kota sebagai sarana protes sosial dan politik.
Contoh paling terkenal adalah coretan di kota Pompeii yang berisi sindiran dan keluhan masyarakat.
Di Indonesia, graffiti juga menjadi bagian dari sejarah perjuangan kemerdekaan.
Pada periode 1945-1949, slogan seperti "Merdeka atau Mati!" dan "Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!" banyak dituliskan di tembok dan gerbong kereta sebagai bentuk perlawanan terhadap penjajah.
Graffiti "404 Not Found" dan Kritik terhadap Pemerintahan Jokowi
Fenomena graffiti politik bukan pertama kali terjadi di Indonesia. Pada 2021, graffiti bergambar wajah yang disebut mirip Jokowi dengan tulisan "404 Not Found" sempat viral.
Coretan ini muncul di kolong flyover Batuceper, Tangerang, sebagai bentuk kritik terhadap pemerintahan yang dianggap gagal memenuhi harapan rakyat.
Alih-alih memahami pesan tersebut, aparat justru buru-buru menghapusnya.
Padahal, di berbagai negara, graffiti semacam ini diakui sebagai bagian dari kebebasan berekspresi.
Graffiti sebagai Ekspresi Demokrasi
Graffiti "Adili Jokowi" bukan sekadar coretan di tembok, melainkan suara masyarakat yang menginginkan akuntabilitas dari pemimpin mereka.
Menyamakan ini dengan vandalisme adalah bentuk penyempitan makna seni dan kebebasan berpendapat. Aksi ini tidak boleh berhenti hanya sebagai graffiti.
Jika gerakan ini mendapat dukungan luas, bukan tidak mungkin akan berkembang menjadi aksi massa yang lebih besar, sebagaimana yang telah terjadi dalam sejarah demokrasi di berbagai negara.
Indonesia harus bergerak. Tidak cukup hanya mengkritik di media sosial atau mengikuti tren #KaburAjaDulu. Perubahan harus diperjuangkan! ***
Dr. KRMT Roy Suryo, M.Kes
Pemerhati Telematika, Multimedia, AI & OCB Independen
Artikel Terkait
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M
Brigpol Arya Gugur Ditembak Saat Cegah Curanmor! Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Mencekam
Jakmania Wajib Baca! Alumni MBFA Bongkar Fakta di Balik Nasib Persija yang Kian Terpinggirkan