POLHUKAM.ID - ualitas bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia menjadi yang terburuk di kawasan Asia Tenggara, sebagaimana ditunjukan laporan Clean Air Asia tahun 2024.
Berdasarkan data laporan tersebut, BBM yang masih paling banyak digunakan di Indonesia ialah BBM dengan kandungan sulfur 500 ppm (EURO 2), jauh di atas standar internasional sebesar 50 ppm (EURO 4).
Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Budi Haryanto, buruknya kualitas BBM di Indonesia berdampak terhadap memburuknya kualitas udara, dan pada akhirnya memberikan dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.
"Sumber polusi udara tidak hanya dari BBM, tetapi ketika berada di udara, polusi dari berbagai sumber menjadi satu. Efek kesehatan yang dirasakan adalah akibat dari polusi udara secara keseluruhan,” ujar dia.
Lebih lanjut, Budi bilang, polusi udara dari BBM berkadar sulfur tinggi berkontribusi sebesar 43 persen terhadap total polutan di Jakarta.
Dengan demikian, jika kualitas BBM diperbaiki, polusi udara bisa berkurang secara signifikan.
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras