POLHUKAM.ID - Pembubaran Pertamina Energy Trading Limited (Petral) di era mantan Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi dinilai hanya pencitraan semata.
Pasalnya, pemainnya masih ada hingga sekarang. Adapun Petral adalah anak perusahaan dari Pertamina PT Pertamina (Persero).
Dibubarkan karena dianggap terdapat praktik mafia Minyak dan Gas (Migas).
“Petral yang di masa periode awal Jokowi jadi Presiden katanya dibubarkan ternyata pemain utamanya aman aman saja hingga sekarang,” kata Guru Besar Universitas Airlangga, Henry Subiakto dikutip dari unggahannya di X, Selasa (11/3/2025).
Lantas Henry mengungkit kasus korupsi oplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pertamina.
Di situ, anak dari sosok yang dikenal raja minyak Indonesia Mohammad Riza Chalid, Muhammad Kerry Andrianto Riza (MKAR) terlibat.
“Bahkan anak si mafia minyak bisa jadi pejabat tinggi di Pertamina sampai dia ditangkap baru baru ini karena skandal korupsi pengoplosan minyak yang sudah begitu lama terjadi,” ujar Henry.
Berangkat dari hal itu, Henry berkesimpulan bukan tak mungkin pembubaran Petral hanya pencitraan yang penuh kepura-puraan. Karena praktik buru rentenya masih ada.
“Sangat besar kemungkinan pembubaran Petral dulu itu juga hanya bagian dari politik pencitraan yang penuh kepalsuan dan kepura-puraan. Walau keberadaan Petral sudah tidak ada, tapi yang menjalankan fungsi ekonomi rente terhadap transaksi pembelian minyak negara tetap ada,” jelasnya.
Alih-alih hilang setelah Petral bubar. Ia mengatakan praktiknya hanya pindah tempat.
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras