"Nahdlatul Ulama dalam berbagai situasi yang bersifat nasional seringkali melakukan penyelesaian masalah-masalah kebangsaan menggunakan solusi-solusi keagamaan untuk menjadi solusi kebangsaan," tuturnya.
Seperti, sambungnya, ketika terjadi pertentangan antara faham keagamaan dan kebangsaan, NU dapat mengompromikan di antara kedua masalah tersebut dengan sangat baik, dan menempatkan masing-masing secara lebih proporsional tentang kerukunan agama dan kebangsaan, sehingga tidak terjadi benturan.
"Begitu juga ketika terjadi pertentangan mengenai keabsahan kepemimpinan nasional pada masa Presiden Soekarno, antara yang mengesahkan dan tidak mengesahkan, NU mengambil inisiatif untuk memposisikan Presiden Soekarno sebagai Presiden yang sah dan memposisikannya sebagai pemegang kekuasaan yang sah karena didukung oleh kekuasaan walaupun dalam keadaan darurat," urainya.
Untuk itu, Wapres mengharapkan generasi muda NU khususnya para akademisi yang tergabung dalam PCINU Belanda untuk terus menggali dan mengeksplorasi dasar-dasar pemikiran NU yang merupakan solusi keagamaan untuk mengatasi keadaan krisis global.
"PCINU Belanda harus teguh memegang prinsip-prinsip Nahdlatul Ulama, yang berdasarkan paham Ahlussunnah wal Jama’ah. Dan di saat yang sama, PCINU Belanda juga saya minta tetap membela NKRI, termasuk dari beragam ancaman yang terdapat di beberapa negara di luar negeri," pesannya.
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Kabur dari Hukum! Kyai Pencabul Puluhan Santriwati di Pati Hilang Kontak, Polisi Siap Buru dan Tangkap
Dudung Bantah Keras Tuduhan Habib Rizieq Soal Jenderal Baliho & Isu Kabur ke Yaman
Defisit APBN Maret 2026 Tembus Rp240 Triliun! Ini Penyebab Utama Kenaikan 130%
Ahmad Dhani Bongkar Bukti ABC Perselingkuhan Maia Estianty dengan Bos TV: Saya yang Ceraikan Dia!