Setelah mengakui keaslian ijazah, ia melontarkan kalimat paradoks yang menjadi inti dari pernyataannya.
"Ijazah Jokowi itu asli, tapi pemiliknya palsu," ungkap Rocky.
Kalimat ini sontak mengubah arah diskusi. Ini bukan lagi soal kertas dan stempel, melainkan kritik filosofis dan politis terhadap sosok Joko Widodo sebagai pemimpin.
Analisis publik pun terbelah. Sebagian menafsirkan "pemilik palsu" sebagai sindiran bahwa kebijakan dan tindakan Presiden Jokowi tidak mencerminkan nilai-nilai intelektual atau keilmuan yang seharusnya dimiliki oleh seorang sarjana lulusan UGM.
Kritik ini seolah menyiratkan adanya diskoneksi antara figur Jokowi yang ditampilkan di depan publik dengan esensi kepemimpinannya.
Rocky tidak menyerang dokumen, melainkan mempertanyakan apakah sang pemilik ijazah telah menjalankan amanah intelektual yang melekat pada gelar kesarjanaannya.
Dampak Psikologis dan Manuver Politik
Lebih jauh, Rocky Gerung menganalisis dampak dari polemik berkepanjangan ini terhadap Presiden Jokowi secara personal.
Ia menduga bahwa isu yang terus-menerus digoreng ini telah memberikan beban mental yang signifikan.
"Isu ini membuat Jokowi stres dan mengalami psikosomatik," ungkapnya, mengisyaratkan adanya tekanan psikologis berat yang dialami oleh kepala negara.
Rocky bahkan berspekulasi lebih dalam dengan menyebut adanya keanehan jika isu ini justru "dibina" oleh pihak Jokowi sendiri, karena hal tersebut tidak mungkin menyebabkan stres pada yang bersangkutan.
Terkait peran partai pengusung, ia berpendapat bahwa pembuktian tidak harus datang dari ranah politik.
Menanggapi kemungkinan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) turun tangan, Rocky menilai hal itu tidak perlu.
"PDIP tidak harus membuktikan keaslian ijazah, karena lawyer bisa mengambil alih," jelasnya.
Ini menegaskan pandangannya bahwa jika ada sengketa, penyelesaiannya berada di jalur hukum, bukan panggung politik partai.
Sumber: Suara
Artikel Terkait
PMI Investasi Rp 5,3 Triliun di Indonesia: Sampoerna Jadi Pusat Ekspor Global untuk 30+ Negara?
Impor 105 Ribu Pikap India Ditolak, Mahasiswa Desak Dirut Agrinas Dicopot!
Gagal Total Negosiasi ART? Pakar Sebut Tim Ekonomi Prabowo Hanya Jadi Janitor AS
Ijazah Paket C Tiyo Ardianto Disorot, Buni Yani: Tak Masalah, Ini Justru Buktikan...