Tetapi sebelumnya, Prabowo memiliki hak pilih tinggi karena dua pemilihan presiden (PILPRES), katanya. Namun, Ganjar telah muncul sebagai penantang potensial sejak pandemi COVID-19.
“Ganjar masih terkendala oleh internal partainya sendiri yang lebih condong mendukung Puan Maharani. Puan juga diharapkan bisa berkolaborasi dengan Prabowo yang didukung oleh PDI-P dan Aliansi Gerindra," pungkasnya.
Baca Juga: Arief Poyuono Blak-blakan Soal Koalisi Indonesia Bersatu, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Disebut
Hanya saja kaya dia, Ganjar harus mulai mencari dukungan dari pihak lain untuk mengubah kekuatan elektoral menjadi tiket untuk pemilihan Presiden.
“ Jika dilihat ya memang secara komprehensif, Indometer juga menunjukkan elektabilitas nama lain yang masih beredar di pasar capres, yakni Agus Harimurti Yudhoyono 4,5%, Erick Thohir 4,0%, Khofifah Indar Parawansa 3,1%, dan Tri Rismaharini 2,3%,” tutupnya.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Prediksi Politik 2026: Damai Hari Lubis Ungkap Perang Bayangan Dua Kubu dan Ancaman Krisis yang Mengintai Rakyat
Harga MinyaKita Tembus Rp22.000, Gagal Total atau Ada yang Main?
Purbaya Gebrak Meja! Sidang PLTSa Makassar Panas, Anak Buah Zulhas Kena Semprot Soal Regulasi Baru
Said Didu Bongkar Dalang di Balik Upaya Jatuhkan Prabowo: Bukan Oposisi, Tapi Kelompok Ini!