"Saya sudah komunikasi dengan pak Pras. Saya juga sudah pertanyakan kepada pak Syarif. Mereka melihat gitu semua ijazah, terus diserahkan ke partai, dari partai langsung ke KPUD," pungkas Beathor.
Tudingan Beathor ini sempat menyeret nama Sekretaris Tim Kampanye Jokowi di Pilpres 2014, Andi Widjajanto, yang disebut pernah melihat langsung dokumen tersebut.
Namun, Andi membantah mengetahui soal dugaan pemalsuan itu.
"Yang pasti saya tidak pernah berinteraksi dengan Pak Beathor, terkait apapun, terkait ijazah Jokowi," kata Andi.
"Sebagai sekretaris tim kampanye di 2014, tugas saya memastikan kelengkapan syarat administrasi untuk KPU dan berkas itu dinyatakan lengkap," sambungnya.
Andi mengaku memang melihat ijazah Jokowi saat itu, namun ia tidak bisa mengingat detailnya dan tidak menaruh curiga sama sekali.
"Saat itu di kepala saya, seseorang yang sudah dicalonkan, sudah dua kali wali kota, sudah satu kali gubernur, tidak ada di kepala saya untuk mengecek keaslian ijazah," sambung Andi.
Meski begitu, ia membenarkan bahwa dirinya mengenal baik tiga nama dari tim Solo yang disebut oleh Beathor, yakni David, Anggit, dan Widodo.
👇👇
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?