Sebagai mantan presiden yang masih dilindungi negara dan mengetahui banyak rahasia negara, Rocky menilai Jokowi harus membuktikan tuduhan konspirasinya jika ingin dipercaya publik.
Rocky mengamati bahwa kelompok yang membela Jokowi terlihat melakukan serangan yang “asal-asalan” dan tidak memiliki kerangka berpikir yang utuh.
Sebaliknya, kelompok yang berupaya membuktikan kepalsuan ijazah Jokowi semakin solid argumennya.
“Sementara pihak Pak Jokowi, buzzer Pak Jokowi ini tidak punya kerangka berpikir yang utuh selain reaksioner, reaktif terhadap isu ini,” kritik Rocky.
Upaya mengalihkan isu dengan menuding pendukung Anis Baswedan atau melaporkan orang-orang yang mempersoalkan ijazah dinilai Rocky sebagai strategi yang tidak efektif karena publik sudah tidak mempan lagi untuk dipecah belah.
Rocky menekankan bahwa kasus ini memberikan pelajaran penting tentang kejujuran dalam politik.
Menurutnya, seseorang yang pernah berkuasa tidak boleh menyimpan kebohongan terlalu lama, apalagi kebohongan yang besar dan sensasional.
“Kesempatan-kesempatan baik buat kita untuk belajar bahwa seseorang yang dipilih itu betul-betul harus datang karena kapasitasnya, bukan karena rekayasa dari lembaga survei, bukan karena disodorkan untuk diasuh oleh oligarki,” tegas Rocky.
Rocky mengakhiri dengan menyinggung prinsip noblesse oblige, bahwa keningratan atau kedudukan tinggi harus diikuti oleh kewajiban moral yang lebih besar.
Menurutnya, justru setelah menjadi mantan presiden, Jokowi seharusnya menunjukkan kejujuran yang berlebih untuk menjaga nobilitas.
“Pak Jokowi kehilangan momentum itu. Sayang sekali,” pungkas Rocky Gerung.
Perbincangan ini menunjukkan bagaimana dinamika politik Indonesia pasca-Jokowi berkembang, dengan tekanan publik yang semakin intensif terhadap mantan presiden dan keluarganya, sementara upaya pembelaan dinilai semakin kehilangan efektivitas.
Sumber: JakartaSatu
Artikel Terkait
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?
Gatot Nurmantyo vs Kapolri: Analisis Hukum Mengungkap Dampak Kritik yang Dinilai Melemahkan Polri