Pihak universitas menegaskan bahwa seluruh proses studi telah dijalani oleh yang bersangkutan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Peringatan Halus dan Posisi Netral UGM
Yang menarik, UGM tidak hanya membantah, tetapi juga memberikan peringatan.
Dalam rilisnya, universitas "menyayangkan pihak-pihak yang telah menggiring beliau (Sofian Effendi) untuk menyampaikan opini yang keliru dan tidak berdasar."
Kalimat ini mengisyaratkan adanya dugaan bahwa Sofian Effendi tidak berbicara murni dari pengetahuannya, melainkan ada pengaruh dari pihak luar.
UGM bahkan menyebut bahwa pernyataan tersebut "akan berdampak hukum dan menjadi risiko bagi Bapak Sofian Effendi secara pribadi."
Di sisi lain, UGM menegaskan posisinya yang netral dalam konflik antara TPUA dengan Joko Widodo.
Sebagai lembaga pendidikan, UGM terikat pada Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi dan Keterbukaan Informasi Publik.
Oleh karena itu, UGM hanya akan membuka data yang bersifat publik dan menyerahkan data pribadi jika ada permintaan resmi dari aparat penegak hukum.
Dengan pernyataan tegas ini, UGM berupaya mengakhiri spekulasi yang beredar dan mengembalikan fokus pada data otentik yang mereka miliki, sekaligus menjaga reputasi institusi dari tarikan konflik kepentingan politik.
A
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?