Hal itu ia tegaskan menyusul isu kader PDIP Ganjar Pranowo yang tengah gencar dilirik banyak partai politik untuk diusung sebagai capres 2024.
Dia menyatakan istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan pengusungan calon pemimpin.
Menurut Hasto, PDIP bukan merupakan klub sepak bola yang kerap membajak pemain handal yang berasal dari klub lainnya.
"Klub sepak bola itu hanya memenangkan kontestasi, yang mana membajak pemain itu biasa dilakukan," ujarnya dalam acara Bimbingan Teknis Anggota DPRD Provinsi PDIP se-Indonesia di Hotel Grand Paragon, Jakarta Barat, Selasa (14/6).
Hasto Kristiyanto menganggap para pemain yang dibajak tersebut kemungkinan cuma dimanfaatkan untuk kekuasaan.
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo
Anies Baswedan Datang Tanpa Undangan ke Halal Bihalal SBY, Demokrat: Panitia Tidak Mengundang