“Mereka mengakui ada ijazah Jokowi, tapi yang kami teliti justru ada ijazah palsu yang mungkin dibuat di tempat lain," kata Roy.
"Sayangnya, UGM tidak mau mengungkap itu. Semua sudah kami jawab detail dalam buku Jokowi’s White Paper, di mana 99,9 persen skripsi dan ijazah Jokowi adalah palsu,” timpalnya.
Sebelumnya Ova Emilia memastikan UGM memiliki seluruh dokumen otentik terkait perjalanan akademik Joko Widodo.
Catatan tersebut mencakup proses penerimaan mahasiswa, masa studi, hingga kelulusan.
Menurutnya, Jokowi dinyatakan lulus pada 5 November 1985 dan menerima ijazah saat wisuda pada 19 November 1985.
“UGM sebagai institusi yang diberi mandat oleh negara telah menjalankan proses pendidikan sesuai dengan standar yang berlaku,” kata Ova dalam video di YouTube UGM.
Ova menekankan bahwa tanggung jawab universitas berakhir setelah seorang mahasiswa dinyatakan lulus dan menerima ijazah.
Selanjutnya, penggunaan maupun perlindungan dokumen tersebut sepenuhnya berada di tangan alumni.
“Alumni adalah satu-satunya pihak yang memegang ijazah asli miliknya. Sehingga, penggunaan dan perlindungannya menjadi tanggung jawab alumni tersebut,” sebut Ova.
Dengan pernyataan ini, UGM berharap dapat meluruskan informasi yang berkembang dan memastikan bahwa status keaslian ijazah Presiden Joko Widodo tidak perlu lagi diperdebatkan.
Sumber: MonitorIndonesia
Artikel Terkait
PMI Investasi Rp 5,3 Triliun di Indonesia: Sampoerna Jadi Pusat Ekspor Global untuk 30+ Negara?
Impor 105 Ribu Pikap India Ditolak, Mahasiswa Desak Dirut Agrinas Dicopot!
Gagal Total Negosiasi ART? Pakar Sebut Tim Ekonomi Prabowo Hanya Jadi Janitor AS
Ijazah Paket C Tiyo Ardianto Disorot, Buni Yani: Tak Masalah, Ini Justru Buktikan...