Pratikno mengatakan kalau rencana reshuffle tersebut sudah dipikirkan secara matang dan melalui diskusi yang panjang.
"Presiden memang memerlukan semacam refreshing dari beberapa menteri dan tiga wakil menteri," kata Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (15/6/2022).
"Ini dilakukan kenapa pada sekarang karena memang momentumnya dihitung paling pas saat ini," sambungnya.
Pratikno lantas mengungkapkan kalau Jokowi memahami betul dengan persoalan-persoalan yang tengah terjadi. Karena itu, Kepala Negara berharap dengan adanya orang baru di Kabinet Indonesia Maju bisa turut menuntaskan beragam permasalahan di tengah masyarakat.
Artikel Terkait
PMI Investasi Rp 5,3 Triliun di Indonesia: Sampoerna Jadi Pusat Ekspor Global untuk 30+ Negara?
Impor 105 Ribu Pikap India Ditolak, Mahasiswa Desak Dirut Agrinas Dicopot!
Gagal Total Negosiasi ART? Pakar Sebut Tim Ekonomi Prabowo Hanya Jadi Janitor AS
Ijazah Paket C Tiyo Ardianto Disorot, Buni Yani: Tak Masalah, Ini Justru Buktikan...