POLHUKAM.ID - Situasi politik di lingkaran pendukung Joko Widodo (Jokowi) kian memanas dan kini dua tokoh terlibat saling menyerang mengungkap borok satu sama lain.
Dua sosok yang tampak saling serang adalah Silfester Matutina dan Immanuel Ebenezer alias Noel.
Diketahui, Noel merupakan sosok yang pernah menjadi Ketua Jokowi Mania (Joman), organisasi relawan yang paling keras membela Jokowi.
Sosoknya kerap muncul di media membela kebijakan Jokowi sekaligus menyerang lawan politiknya dan sering terlibat perdebatan panas dengan tokoh lain, termasuk sesama relawan, karena sikapnya yang blak-blakan.
Sementara itu, Silfester Matutina adalah Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo-RM), sebuah organisasi relawan yang mengatasnamakan dukungan untuk Jokowi.
Ia sering tampil dengan narasi keras menyerang lawan politik maupun bahkan sesama relawan yang berbeda pandangan dan pernah menyebut dirinya bagian dari barisan yang ingin melanjutkan visi-misi Jokowi lewat relawan.
Silfester dengan lantang membongkar sederet “borok” Noel yang disebutnya penuh intrik dan “sangat kejam”.
Sementara nasib Noel lebih memilukan karena kini harus diringkus terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Silfester Matutina tak segan menyebut sosok Noel memiliki sifat yang kurang baik.
Noel, menurutnya kerap meminta uang dengan janji jabatan dan proyek fiktif dari dulu.
Loyalis Jokowi itu bahkan bersedia menjadi saksi meringankan untuk membela seorang tersangka dengan imbalan bayaran.
Selain itu, Silfester Matutina menilai Noel sosok yang kurang bersyukur.
"Noel kecewa karena ditempatkan di perusahaan yang tidak sehat dan bergaji kecil, bukannya bersyukur," kata Silfester Matutina Minggu (24/8/2025), dilansir dari WartaKotaLive.
Bahkan Silfester Matutina begitu luwes menyatakan Noel kejam.
"Perilaku Noel Cs sangat kejam, menghisap darah rakyat kecil," tegas Silfester Matutina.
Lebih lanjut, Silfester tag ragu mengecam tindakan Noel yang diduga turut terlibat dalam pemerasan pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
"Banyak yang tertipu karena Noel sering meminta uang dengan iming iming jabatan dan proyek padahal semuanya fiktif," kata Silfester Matutina.
"Jadi saya tidak kaget ketika Noel ditangkap KPK karena Pemerasan dan Korupsi," sambungnya.
Menurutnya, jika ada yang mengatakan kasus Korupsi Noel adalah penjebakan itu tidak benar.
Sebab, kata Silfester Matutina, Noel secara sadar melakukan pemerasan.
"Karena sesuai pernyataan resmi KPK juga bahwa sudah ada aliran dana ke rekening Noel dan juga ada penyitaan kendaraan hasil pembelian uang korupsi," lanjut Silfester Matutina.
Untuk itu Silfester mengapresiasi kinerja KPK yang telah menyelamatkan uang rakyat kecil para pekerja/buruh yang tadinya pengurusan sertifikat K3 hanya Rp 270 ribu digelembungkan menjadi Rp 6 juta rupiah.
"Perilaku Noel Cs ini sangat tidak bisa ditolerir karena sangat kejam menghisap darah rakyat kecil yang harusnya ditolong."
"Untuk KPK teruslah berbuat melawan para koruptor yang menghisap darah rakyat kecil," tegas Silfester Matutina.
Pernah Berseteru
Ternyata Silfester Matutina dengan Immanuel Ebenezer alias Noel pernah saling bersitegang dalam acara Dua Arah di Kompas TV, Jumat (15/8/2025).
Dalam acara tersebut, Noel sempat menyebut Silfester Matutina sebagai penggerak aksi demonstrasi pencopotan Noel dari jabatan Komisaris PT Mega Eltera pada tahun 2021.
Silfester Matutina menyesalkan pernyataan Noel yang menuduhnya sebagai penginisiasi demonstrasi.
"Memang benar saat itu banyak relawan marah dan kecewa hingga melakukan demonstrasi, tapi saya dan organisasi saya tidak ikut serta," ujar Silfester Matutina.
Ia menegaskan bahwa demonstrasi tersebut digerakkan oleh organisasi lain, bukan oleh Solidaritas Merah Putih.
"Padahal yang menginisiasi, menggerakkan adalah puluhan organisasi relawan yang tergabung dalam "Merah Putih Bersatu", sedangkan Relawan saya Solidaritas Merah Putih tidak ada satupun yang ikut bahkan saya sendiri tidak bersedia hadir ketika diminta untuk ikut berorasi diacara demonstrasi itu oleh Panitia "Merah Putih Bersatu Bergerak" karena di hari yang sama saya menjadi narasumber di salah satu acara seminar. Jadi saya dan organisasi Solidaritas Merah Putih tidak ikutan mendemo Noel," jelas Silfester Matutina.
Selain dirinya, kata Silfester Matutina, Noel juga pernah memfitnah Denny Siregar yang menjadi otak demonstrasi mencopotnya dari BUMN PT. Mega Eltera itu.
Menurutnya, Noel adalah sosok yang tidak tahu balas budi.
"Padahal kalo mau jujur Noel ini dahulu sewaktu miskin, dan pengangguran selalu datang ke kantor saya untuk meminta uang buat berobat sakit gula serta buat makan keluarganya," ujarnya.
Sumber: Tribun
Artikel Terkait
Pengamat Sebut Prabowo Sedang Takut karena Rakyat Marah
HEBOH Pengakuan Anak Mantan Pejabat: Kami Bodo Amat Bapak Didemo, Uang Ratusan Juta Ngalir!
IMM Bongkar Skenario Busuk di Balik Ricuh Demo DPR: Ada Upaya Cuci Tangan?
Massa Terbirit-birit Dipukul Mundur di Bawah Hujan Gas Air Mata