Perjanjian Dagang ART Dikritik, Pakar Sebut Tim Ekonomi Prabowo Gagal Negosiasi
Pakta Perjanjian Dagang Resiprokal atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat menuai sorotan. Banyak pihak menilai perjanjian ini berpotensi mengikis kedaulatan ekonomi Indonesia. Seorang pakar ekonomi politik menyebut perjanjian ini mencerminkan kegagalan tim ekonomi Presiden Prabowo Subianto sebagai negosiator.
Pernyataan ini disampaikan oleh Pakar Ekonomi Politik, Ichsanudin Noorsy, dalam wawancara dengan Kantor Berita RMOL di Jakarta Timur, Rabu malam, 25 Februari 2026.
Masalah Informasi Asimetri dalam Negosiasi
Ichsanudin Noorsy menjelaskan bahwa tugas utama seorang negosiator adalah meminimalkan informasi asimetri. Ketimpangan informasi, menurutnya, berujung pada ketidaksetaraan dalam sebuah perjanjian antarnegara.
"Saya tidak melihat negosiator di Indonesia, dari Indonesia, itu meminimalkan informasi asimetri. Sehingga dalam negosiasinya timpang," ujarnya, seperti dikutip pada Jumat, 27 Februari 2026.
Artikel Terkait
KPK Bongkar Skandal Dapur Gratis: Keracunan hingga Pengawasan Bolong!
Menguak Motif Kasus Andrie Yunus: Benarkah Hanya Dendam Pribadi?
Habib Rizieq Buka Suara: FPI Bukan Cooling Down, Tapi Nonton Buaya Ribut
Reshuffle Kabinet Prabowo Besok? Isu Bahlil Lahadalia Naik Jadi Menko Bikin Heboh!