POLHUKAM.ID - Mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Jenderal (Purn) AM Hendropriyono menyinggung isu pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang cenderung diributkan.
Ia lantas bertanya mengapa semua pihak tidak diam saja dan fokus bekerja.
"Itulah saya bilang. Kenapa mesti ribut terus-terusan. Kalau mau punya begitu-begitu emangnya nggak bisa kalau kita diam-diam saja, kita kerja," kata Hendropriyono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).
Ia menyarankan, fokus kerja itu diperlukan agar tujuan yang dicapai berhasil.
Dia justru khawatir fokus pemerintah teralihkan jika masalah itu dipersoalkan dan diributkan.
"Yang penting berhasil. Kalau memang mau punya tujuan sesuatu ya. Yang penting berhasil. Nggak usah kayak begitu. Kalau ribut-ribut begitu jadinya pemerintah kita itu nanti saya takut terbawa," tutur dia.
Ia lantas menyoroti pihak-pihak yang menyulut usulan itu.
Mereka, kata Hendropriyono, tidak akan bertanggung jawab lebih lanjut jika negara hancur karena masalah tersebut.
"Karena pemerintah kan harus tanggung jawab kalau sampai salah. Yang usul-usul ini tanggung jawabnya apa? Kalau negeri hancur emang dia bilang 'Saya nggak ngomong begitu', padahal begitu kan," tandasnya.
Terpisah, Penasihat Khusus Presiden Indonesia Bidang Politik dan Keamanan Wiranto menyebut ia tidak bisa berkomentar banyak mengenai isu pemakzulan.
"Wah itu saya enggak bisa jawab, ya. Saya belum dengar itu ya. Bagaimana saya bisa memberi komentar kalau saya belum tahu masalahnya," jelas Wiranto.
Artikel Terkait
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?
Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dipecat Jokowi dari Panglima TNI: Saya Ditendang karena Tidak Nurut
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi
Ray Rangkuti Kecam Reshuffle Kelima Prabowo: Cuma Mutasi Figur Lama, Nggak Ada Perubahan Signifikan