Namun, ia tidak menutup kemungkinan PDIP akan kembali masuk ke pemerintahan di kemudian hari.
"Dan, agar respon Jokowi tidak merepotkan, maka PDIP sengaja disingkirkan juga, bisa saja untuk sementara waktu," katanya.
"Ke depan, masih terbuka peluang untuk kembali lakukan pergantian, dan begitu tokoh loyalis Jokowi atau Gibran sudah tidak ada lagi di kabinet, memungkinkan PDIP kembali masuk," sambungnya.
Dedi menambahkan bahwa masih ada beberapa tokoh di kabinet saat ini yang layak untuk diganti, seperti Raja Juli Antoni dan Wahyu Sakti Trenggono.
Ia menilai kedua tokoh ini selain kontroversial dan tidak produktif, juga memiliki kedekatan dengan Jokowi.
"Terlebih saat ini masih ada tokoh seperti Raja Juli dan Wahyu Sakti Trenggono yang layak diganti, selain kontroversial serta tidak produktif, dua tokoh itu juga dekat dengan Jokowi," pungkasnya.
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?