Namun, ia tidak menutup kemungkinan PDIP akan kembali masuk ke pemerintahan di kemudian hari.
"Dan, agar respon Jokowi tidak merepotkan, maka PDIP sengaja disingkirkan juga, bisa saja untuk sementara waktu," katanya.
"Ke depan, masih terbuka peluang untuk kembali lakukan pergantian, dan begitu tokoh loyalis Jokowi atau Gibran sudah tidak ada lagi di kabinet, memungkinkan PDIP kembali masuk," sambungnya.
Dedi menambahkan bahwa masih ada beberapa tokoh di kabinet saat ini yang layak untuk diganti, seperti Raja Juli Antoni dan Wahyu Sakti Trenggono.
Ia menilai kedua tokoh ini selain kontroversial dan tidak produktif, juga memiliki kedekatan dengan Jokowi.
"Terlebih saat ini masih ada tokoh seperti Raja Juli dan Wahyu Sakti Trenggono yang layak diganti, selain kontroversial serta tidak produktif, dua tokoh itu juga dekat dengan Jokowi," pungkasnya.
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Ade Armando Mundur dari PSI! Pengamat: Ini Bumerang Politik yang Bisa Hancurkan Kaesang
JIKA TEDDY DIAM, PUBLIK BERHAK PERCAYA TUDUHAN AMIEN RAIS? FAKTA DI BALIK BUNGKAMNYA SESEKAB
Jaksa Gagal Pidanakan Roy Suryo? Ijazah Asli Jokowi Jadi Biang Kerok Kasus Pencemaran Nama Baik
Terungkap! Operasi Senyap Super Tanker Iran di Perairan Indonesia Bikin Geopolitik Dunia Panas