“Presiden punya ukuran soal fungsi dari kerja. Reshuffle ini adalah upaya menjawab opini masyarakat selama ini,” kata Faldo kepada wartawan, Kamis (16/6/2022).
Karena itu, ia meminta agar masyarakat tak berspekulasi negatif terkait perombakan kabinet yang dilakukan. Menurutnya, perombakan dua jajaran menteri dan tiga wakil menteri bukanlah soal tawar menawar politik. Namun, langkah ini untuk memperkuat kinerja kabinet agar dapat lincah bekerja dan Indonesia segera bangkit dari dampak pandemi.
“Jadi kita jangan berspekulasi kemana-mana. Kita fokus ke masalah pemerintahan aja,” ungkapnya.
Faldo mengatakan, sisa waktu pemerintahan Jokowi-Maruf akan dimanfaatkan dengan optimal. Berbagai target yang belum tercapai juga akan semakin dikebut.
“Ini yang kami yakini dan fokus utama kami saat ini,” tambah dia.
Artikel Terkait
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?
Tragedi Ngada: Benarkah Sekolah di Indonesia Sudah Gratis?