Refly menilai oligarki tentu tetap akan memberikan "rasa" demokrasi dalam pilpres. Caranya yaitu dengan membiarkan satu pasangan calon lain untuk berkoalisi dengan partai politik oposisi.
"Namun, calonnya itu barang kalo sudah 'ditaker' bisa dikalahkan dengan mudah. Pasangan calon itu bisa juga jadi calon boneka," paparnya.
Lebih lanjut, Refly menilai bahwa kondisi tersebut merupakan dampak berbahaya dari presidential threshold. "Itulah bahayanya presidential threshold. Reshuffle hanya memperkuat oligarki," tuturnya.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo
Anies Baswedan Datang Tanpa Undangan ke Halal Bihalal SBY, Demokrat: Panitia Tidak Mengundang