Analisis Langkah Politik Budi Arie Setiadi: Bergabung dengan Gerindra Dinilai Pragmatis
Keinginan Ketua Umum Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi, untuk bergabung dengan Partai Gerindra menjadi sorotan publik. Langkah ini dinilai oleh pengamat sebagai indikasi bahwa dirinya sedang berada dalam masalah besar.
Efriza, seorang pengamat dari Citra Institute, memberikan pandangannya. Menurutnya, keinginan kuat Budi Arie untuk masuk ke partai penguasa ini kemungkinan besar adalah upaya untuk mencari perlindungan.
"Sama saja bunuh diri jika bergabung dengan Gerindra," ujar Efriza. Ia menjelaskan bahwa dengan bergabung, Budi Arie secara tidak langsung mengakui bahwa dirinya sedang bermasalah, terutama terkait kasus judi online yang membayanginya. Selain itu, patron politiknya, Jokowi, juga disebutkan mulai mengalami penurunan pengaruh di dalam pemerintahan saat ini.
Posisi Budi Arie dinilai semakin terancam pasca ia didepak dari Kabinet. Kehilangan posisi menteri tersebut membuatnya tidak lagi memiliki kekuatan politik yang signifikan.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?