Budi Arie Setiadi dikenal sangat identik dengan Presiden Jokowi. Ia adalah pendiri relawan Projo (Pro Jokowi) sejak Pilpres 2014 dan menjadi figur kunci yang mendukung Jokowi selama dua periode kepemimpinannya.
Kini, dengan perubahan iklim politik nasional, langkahnya untuk merapat ke Gerindra dipandang sebagai sebuah strategi penyesuaian untuk tetap berada di dalam lingkaran pengaruh.
Pertanyaan Kunci: Strategi atau Perintah?
Hendri Satrio (Hensat) mengemukakan pertanyaan kritis terkait isu ini. Menurutnya, jika kabar ini benar, pertanyaan mendasarnya bukan hanya "mengapa", tetapi lebih kepada "siapa yang menyuruh?"
Berbagai tafsir bermunculan: ada yang melihatnya sebagai strategi politik jangka panjang untuk menjaga eksistensi, sebagai taktik bertahan agar Projo tetap relevan, atau sekadar menjalankan sebuah perintah dari pihak tertentu.
Langkah politik Budi Arie Setiadi ini menjadi indikator menarik untuk mengamati konsolidasi dan realiansi kekuatan politik di Indonesia memasuki era pemerintahan yang baru.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Buka Suara: Menteri Turun ke Bencana, Pencitraan atau Bukti Nyata?
Gus Yahya Tantang Rais Aam: Selesaikan di Muktamar 2026! Ini Kata-Katanya
Roy Suryo Bersumpah Demi Allah: Ini Bukti Lembar Pengesahan Skripsi Jokowi Hilang Saat Diperiksa di UGM
Presiden Prabowo Turun Tangan! Audit 4 RS Papua Usai Ibu Hamil Meninggal Ditolak