Wacana Budi Arie Masuk Gerindra Disebut Drama Settingan Jokowi, Ditanggapi Enteng Dasco
Wacana Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, masuk Partai Gerindra dinilai hanya sebagai drama rekaan atau settingan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Narasi perpecahan antara Budi Arie dan Jokowi disebut sengaja dibangun melalui serangkaian momen politik.
Rangkaian Peristiwa yang Dicurigai Settingan
Pengamat politik Hendri Satrio menganalisis, rangkaian peristiwa dari Kongres III Projo hingga wacana Budi Arie masuk Gerindra adalah sebuah pertunjukan. Beberapa poin kunci yang mencurigakan adalah:
- Ketidakhadiran Jokowi di Kongres III Projo.
- Rencana pergantian logo Projo yang menghilangkan siluet Jokowi.
- Pernyataan bahwa Projo bukan lagi singkatan dari "Pro Jokowi".
- Deklarasi Budi Arie yang ingin masuk dan mendukung Gerindra.
Menurut Hendri, skema ini sengaja dibuat untuk membangun kesan bahwa Projo pindah haluan mendukung Prabowo Subianto.
Tujuan Di Balik Settingan Jokowi
Analisis ini menyebut tujuan utama dari settingan tersebut adalah untuk mengamankan visi politik Jokowi, yaitu pasangan Prabowo-Gibran dua periode pada Pilpres 2029. Dengan memasukkan Budi Arie ke dalam Gerindra, Jokowi diyakini ingin memiliki "mata-mata" atau pengaruh langsung di dapur politik partai tersebut.
Artikel Terkait
JK Siap Polisikan Rismon Sianipar ke Bareskrim, Ini Tudingan Rp 5 Miliar yang Bikin Heboh
Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai: Inilah Alasan Pengamat Bilang Isu Ini Sengaja Diperpanjang!
Juli-Agustus 2026 Kritis! Peringatan Jusuf Kalla Soal Potensi Chaos Nasional Akibat Defisit Rp1.000 Triliun
AM Hendropriyono Buka Suara: Ini Alasan Seskab Teddy Disebut Cerminan Pemimpin Masa Depan