Koalisi Permanen Golkar Dinilai Hanya Jargon, Ini Bukti Historisnya
Wacana Partai Golkar tentang pembentukan koalisi permanen dinilai hanya akan berakhir sebagai jargon politik belaka. Analisis historis menunjukkan partai berlambang pohon beringin ini justru kerap menjadi pihak yang paling tidak konsisten dalam menjaga komitmen koalisinya.
Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menegaskan bahwa watak politik Golkar sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sarat dengan inkonsistensi dan kecenderungan untuk membelot dari barisan pendukung pemerintah.
"Golkar bicara koalisi permanen, tapi justru Golkar sendiri yang selama ini membuat koalisi rapuh. Pola ini selalu berulang jika kita belajar dari sejarah politik era reformasi," kata Efriza dalam keterangannya.
Artikel Terkait
Roy Suryo Bocorkan 3 Ciri Ijazah Asli UGM: Ini Alasan Ia Yakin 99,9% Dokumen Jokowi Palsu
Partai Prima Tantang Nasdem: Berani Naikkan PT ke 10 Persen, Kalau Sungguh-Sungguh!
Jokowi Dukung Revisi UU KPK 2024: Pengakuan Dosa atau Drama Politik 2029?
Usulan PT 7%: Ancaman Nyata bagi Kedaulatan Rakyat atau Cuma Rekayasa Politik?