Kritik Rocky Gerung: Ironi Sumbangan Rp17 Triliun ke Dewan Perdamaian AS vs Kasus Bunuh Diri Anak SD
Keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh mantan Presiden AS Donald Trump kembali menuai kritik tajam. Kritik terutama menyoroti besaran iuran yang harus dibayar Indonesia, yang mencapai Rp17 triliun.
Pengamat politik Rocky Gerung secara keras mengkritik sumbangan tersebut. Dalam sebuah pidato di hadapan mahasiswa, Rocky menyandingkan besarnya angka iuran dengan tragedi memilukan seorang siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang bunuh diri karena tidak dibelikan buku oleh ibunya.
"Saya tadi baca berita di NTT, anak umur 10 tahun memilih bunuh diri. Untuk menyelamatkan hidup di dunia, dia minta dibelikan buku, ibunya bilang tidak ada uang, lalu dia memilih bunuh diri," ujar Rocky Gerung dalam kanal YouTube pribadinya, Rabu, 4 Februari 2026.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?