Selain persoalan etika, kinerja Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden setelah lebih dari setahun pemerintahan berjalan juga belum dianggap memuaskan oleh publik. Gibran dinilai belum menunjukkan prestasi kerja yang signifikan dan justru dianggap menjadi beban bagi presiden.
"Gibran juga dinilai masyarakat tidak ada prestasi kerja sebagai wakil presiden, malah menjadi beban presiden," tutur Efriza yang juga merupakan Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS).
Dukungan untuk Prabowo Periode Kedua
Efriza mengakui adanya dorongan dari sejumlah partai politik yang menginginkan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berlanjut ke periode kedua. Namun, dukungan ini dinilai akan lebih kuat jika Prabowo tidak lagi berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka.
"Kalau masih dengan Gibran, tentu akan merugikan Prabowo," pungkasnya.
Analisis ini menyoroti dinamika politik awal periode pemerintahan dan tantangan yang mungkin dihadapi Prabowo Subianto dalam menyusun strategi elektoral menuju Pemilu 2029.
Artikel Terkait
Roy Suryo Bocorkan 3 Ancaman Serius untuk Rismon Usai Bersih-bersih Kasus Ijazah Jokowi
Susi Pudjiastuti Sindir Bahlil: Ketahuan Tak Pernah Masak! Ini Fakta di Balik Imbauan Matikan Kompor
Anies Baswedan Datang ke Cikeas Tanpa Undangan: SBY & AHY Bereaksi, Ini Motif Tersembunyi!
Buku Otak Politik Jokowi Segera Terbit: Riset Neurologi Ungkap Sisi Lain Jokowi?