Dari 9,1 persen responden yang mengaku memilih Partai Nasdem pada Pemilu 2019, 41 persen di antaranya akan memilih Ganjar, 31 persen lainnya memilih Anies, 12 persen memilih Prabowo, dan 16 persen tidak menjawab.
"Nasdem ini cukup hampir merata, cuma paling tinggi di sini memang Ganjar, yang kedua Anies," ujar Saiful dalam bedah politik yang disiarkan akun Youtube SMRC TV, Sabtu (18/6/2022).
Angka tersebut berdasarkan hasil survei nasional SMRC pada Mei 2022. Menurut Saiful, angka ini pun cukup koheren dengan opini yang dibangun elite Partai Nasdem, yang kemungkinan juga berdasarkan sejumlah hasil survei nasional.
Dia menuturkan, secara umum, aspirasi yang dikembangkan DPW Partai Nasdem cukup konsisten dengan pemilih Nasdem. Walaupun urutan perolehan dukungannya berbeda, menurut dia, dua besar yang didukung oleh elit dan massa pemilih Partai Nasdem cukup konsisten
"Secara umum, aspirasi yang dikembangkan oleh DPW Nasdem cukup konsisten dengan pemilih Nasdem sendiri. "Artinya Nasdem mendengarkan apa kata pemilih mereka sendiri," kata Saiful.
Hal yang menarik ialah diusungnya Ganjar yang merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Saiful menilai, Partai Nasdem memang cukup terbuka dengan nama-nama kandidat capres yang berkembang di masyarakat.
Tokoh utama Partai Nasdem sendiri, sampai saat ini, tidak menyatakan ingin mencalonkan diri sebagai capres.
"Nasdem mungkin bisa mengeklaim, silakan Nasdem digunakan sebagai kendaraan untuk menyampaikan aspirasi dan kepentingan politik masyarakat secara luas,” kata Saiful.
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?