"PDIP dengan kerendahan hati, dengan turun ke bawah, blusukan, itu adalah cermin politik dalam sikap dan perbuatan. Kita bukan partai yang bergerak di awang-awang. Kami bukan partai yang lebih besar pasak dari pada tiang. Tanpa rakyat kami bukan apa-apa," kata mantan aktivis GMNI ini.
Bagi Klutuk dan kader Banteng, kerendahan hati adalah syarat dasar untuk menyatukan diri dengan rakyat. Maka semua kepala daerah pun tidur bersama dan menyatu, demikian juga menteri dari PDIP. Tidak pernah dibeda-bedakan. Itu kerendahan hati dalam sikap dan perbuatan.
Oleh karena itu, dirinya mengatakan, sebagai partai politik yang saling membutuhkan dan berkomitmen untuk rakyat, seharusnya Paloh tidak perlu menyindir ada partai yang sombong.
"Sombong itu muncul dalam perilaku politik, misal menyalahgunakan hukum untuk kekuasaan, menyalahgunakan posisi menteri untuk impor bagi kepentingan partai," papar dia.
Oleh sebab itu, Klutuk memberi saran kepada Paloh, sebaiknya, semua kader NasDem seharusnya menyontoh cara kerja kader-kader PDIP yang turun blusukan kepada rakyat. "Jangan hanya bermain sindir-sindiran yang tidak bermanfaat untuk rakyat," tutup dia.
Sumber: rm.id
Artikel Terkait
Jokowi Dikritik Pedas: Wacana 2 Periode Prabowo-Gibran Dinilai Terlalu Ambisius!
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai
Jokowi vs Politisi Lain: Siapa Ahli Pencitraan Terhebat Menurut Mantan Harimau Jokowi?
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran