Ia menguraikan bahwa ketidaksetaraan dalam perjanjian dagang dengan AS terlihat dari dimasukkannya poin-poin yang berada di luar urusan ekonomi bilateral murni antara kedua negara.
"Kan yang diperjanjikan akhirnya ujungnya bukan cuma sekadar perdagangan. Ada persoalan geopolitik, ada persoalan larangan untuk ikut-ikutan memvonis ekonomi pihak yang tidak disetujui oleh Amerika," tutur Ichsan.
"Ada kemudian larangan juga mesti melakukan satu tindakan sepihak. Kan tidak imbang, tidak setara," sambungnya menegaskan.
Sindiran terhadap Kapasitas Tim Negosiator
Berdasarkan analisis tersebut, Ichsanudin Noorsy menyindir kegagalan negosiasi yang dilakukan oleh tim ekonomi Presiden Prabowo. Ia bahkan memberikan label khusus untuk menggambarkan kapasitas tim tersebut.
"Makanya saya bilang bukan negosiator tadi. Itu alasan saya, bisa jadi janitor jadinya. Karena dia tidak punya informasi yang cukup," pungkas Ichsanudin Noorsy.
Artikel Terkait
Impor 105 Ribu Pikap India Ditolak, Mahasiswa Desak Dirut Agrinas Dicopot!
Ijazah Paket C Tiyo Ardianto Disorot, Buni Yani: Tak Masalah, Ini Justru Buktikan...
Roy Suryo Cs Terancam? Ini Alasan Proses Hukum Kasus Ijazah Jokowi Diprediksi Masih Panjang
Roy Suryo Bocorkan 3 Ciri Ijazah Asli UGM: Ini Alasan Ia Yakin 99,9% Dokumen Jokowi Palsu