Ia menguraikan bahwa ketidaksetaraan dalam perjanjian dagang dengan AS terlihat dari dimasukkannya poin-poin yang berada di luar urusan ekonomi bilateral murni antara kedua negara.
"Kan yang diperjanjikan akhirnya ujungnya bukan cuma sekadar perdagangan. Ada persoalan geopolitik, ada persoalan larangan untuk ikut-ikutan memvonis ekonomi pihak yang tidak disetujui oleh Amerika," tutur Ichsan.
"Ada kemudian larangan juga mesti melakukan satu tindakan sepihak. Kan tidak imbang, tidak setara," sambungnya menegaskan.
Sindiran terhadap Kapasitas Tim Negosiator
Berdasarkan analisis tersebut, Ichsanudin Noorsy menyindir kegagalan negosiasi yang dilakukan oleh tim ekonomi Presiden Prabowo. Ia bahkan memberikan label khusus untuk menggambarkan kapasitas tim tersebut.
"Makanya saya bilang bukan negosiator tadi. Itu alasan saya, bisa jadi janitor jadinya. Karena dia tidak punya informasi yang cukup," pungkas Ichsanudin Noorsy.
Artikel Terkait
KPK Bongkar Skandal Dapur Gratis: Keracunan hingga Pengawasan Bolong!
Menguak Motif Kasus Andrie Yunus: Benarkah Hanya Dendam Pribadi?
Habib Rizieq Buka Suara: FPI Bukan Cooling Down, Tapi Nonton Buaya Ribut
Reshuffle Kabinet Prabowo Besok? Isu Bahlil Lahadalia Naik Jadi Menko Bikin Heboh!