"Tiba-tiba jadi Presiden, saya bilanglah, eh belum cukup pengalaman jangan, nanti rusak negeri ini. Ah tapi Ibu Mega kasih tahu saya, dia tidak mau teken kalau saya tidak wakilnya," terang JK.
JK mengaku sempat ingin menolak dan kembali ke Makassar, namun dibujuk oleh Megawati. "Ibu Mega bilang jangan, 'Pak Yusuf dampingi. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Yusuf'. Ya bukan saya minta, bukan," bebernya.
Klarifikasi Video Viral dan Polemik Ijazah Jokowi
Dalam kesempatan yang sama, JK menanggapi video ceramahnya yang viral dan dilaporkan sebagai penistaan agama. Ia menyatakan video itu telah dipotong dan konteksnya diubah.
JK mengaitkan kemunculan laporan tersebut dengan pengaduannya terhadap Rismon Hasiholan terkait isu ijazah Jokowi. Ia mendesak Jokowi untuk mengakhiri polemik dengan menunjukkan ijazah asli kepada publik.
"Sudahlah Pak Jokowi, sudahlah. Kasih lihat ijazah saja. Itu saja," kata JK, sambil menegaskan keyakinannya bahwa ijazah tersebut asli.
Pesan Terakhir untuk Pendukung dan Buzzer
Mengakhiri pernyataannya, JK menyampaikan pesan tegas kepada para pendukung dan buzzer Jokowi untuk memahami fakta sejarah.
"Ibu Mega yang minta sama saya agar dampingi karena beliau tidak berpengalaman. Mengerti? Jadi jangan coba. Kasih tahu semua itu buzzer-buzzer itu. Dia tidak jadi Gubernur kalau bukan saya," pungkas Jusuf Kalla.
Artikel Terkait
Jusuf Kalla Ungkap Fakta Mengejutkan: Saya yang Bawa Jokowi dari Solo ke Istana!
BBM Naik 18 April 2026: DPR Peringatkan Dampak Ini ke Harga Sembako!
KPK Bongkar Skandal Dapur Gratis: Keracunan hingga Pengawasan Bolong!
Menguak Motif Kasus Andrie Yunus: Benarkah Hanya Dendam Pribadi?