Efriza menuturkan, salah satu sikap Gibran yang memicu kegeraman JK adalah terkait dengan wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Pertama, ketika Gibran menyatakan meminta maaf kepada Jusuf Kalla karena usul untuk menaikkan harga BBM tidak sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto," tuturnya.
Efriza menambahkan, dalam konteks budaya politik Indonesia, seharusnya Gibran tidak langsung menyampaikan respons kepada publik terkait pernyataan JK.
"Meski dengan rasa hormat atas saran dari JK, pernyataan Gibran dinilai kurang bijaksana. Seharusnya hal itu didiskusikan lebih dulu bersama JK sebagai bentuk penghormatan kepada mantan wakil presiden dua periode," pungkas Efriza.
Artikel Terkait
Klaim JK Buka Borok: Pola Pengkhianatan Jokowi pada Pendukung yang Mengorbitkannya?
JK Bongkar Kartu Terakhir: Saya yang Bawa Jokowi ke Jakarta, Sekarang...
Bahlil Lahadalia Bikin Heboh: Kenaikan Harga BBM Disebut Dosa Baru yang Ancam Pemerintahan
Jusuf Kalla Bongkar Isi Chat Rismon: Mau Kasih Buku Gibran End Game, Saya Tolak!