"Jokowi jadi Presiden karena saya. Tanpa Gubernur mana bisa jadi Presiden," tegas JK dalam sebuah konferensi pers di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
Peran JK dalam Pencalonan Jokowi di Pilgub DKI 2012
JK juga mengisahkan detail pertemuannya dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, Megawati awalnya menolak mencalonkan Jokowi. "Ibu Mega bilang 'Jangan, Pak Jusuf dampingi'. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Jusuf Wakil-nya," kata JK menirukan permintaan Megawati kala itu.
Dia mengklaim turun langsung meyakinkan Megawati agar akhirnya bersedia mengusung Jokowi sebagai calon gubernur, yang kemudian berhasil memenangkan kompetisi.
Analisis Dinamika Politik Jokowi-JK
Pernyataan balasan Jokowi yang sederhana ini menuai berbagai tafsir. Banyak pengamat melihatnya sebagai bentuk kedewasaan politik dan sekaligus penegasan identitasnya yang tetap merakyat. Sementara klaim-klaim JK dinilai sebagai bagian dari dinamika dan narasi sejarah politik Indonesia menjelang akhir periode kepemimpinan Jokowi.
Insiden ini kembali menyoroti hubungan panjang dan kompleks antara dua tokoh penting nasional tersebut, serta bagaimana kontribusi masa lalu terus menjadi bahan pembicaraan dalam politik Indonesia.
Artikel Terkait
Klaim JK Buka Borok: Pola Pengkhianatan Jokowi pada Pendukung yang Mengorbitkannya?
Mengapa Jusuf Kallah Marah? Gibran dan Serangan Termul Jadi Pemicu Utama
JK Bongkar Kartu Terakhir: Saya yang Bawa Jokowi ke Jakarta, Sekarang...
Bahlil Lahadalia Bikin Heboh: Kenaikan Harga BBM Disebut Dosa Baru yang Ancam Pemerintahan