Terkuak! Video Ceramah JK yang Dituding Nistakan Agama Ternyata Hasil Manipulasi Konteks, Ini Fakta Lengkapnya

- Sabtu, 25 April 2026 | 06:25 WIB
Terkuak! Video Ceramah JK yang Dituding Nistakan Agama Ternyata Hasil Manipulasi Konteks, Ini Fakta Lengkapnya

POLHUKAM.ID - Video ceramah Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), yang viral dan dituding menistakan agama ternyata merupakan hasil manipulasi konteks yang sengaja digembar-gemborkan. Temuan ini diungkap oleh peneliti Drone Emprit, Rizal Nova Mujahid.

Menurut Nova, viralnya potongan video JK adalah bentuk dekontekstualisasi. Video asli berdurasi 43 menit yang membahas "Strategi Diplomasi Indonesia dalam Mitigasi Eskalasi Perang Regional Multipolar" dipotong menjadi bagian-bagian pendek sehingga kehilangan konteks historis dan akademisnya.

"Apa yang terjadi adalah video aslinya 43 menit, lalu dipotong pendek-pendek sehingga kehilangan konteksnya, baik historis maupun akademiknya," kata Nova dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat, 24 April 2026.

Lebih lanjut, Nova menjelaskan bahwa pernyataan JK tentang "mati syahid" merupakan refleksi historis terkait konflik di Poso dan Ambon, bukan ajaran atau dukungan terhadap doktrin kekerasan berbasis agama. Kata-kata tersebut sengaja diputarbalikkan untuk menciptakan kesan negatif.

"Kata 'Mati Syahid' adalah dalam konteks refleksi historis terkait konflik di Poso dan Ambon, tetapi diputarbalikkan seolah JK mengajarkan dan mendukung doktrin kekerasan," ungkapnya.

Penyebaran potongan video ini terstruktur dan masif di media sosial. Data Drone Emprit mencatat lebih dari 34.600 mention dengan 17 persen sentimen negatif dan lebih dari 1.600 percakapan bernada marah di berbagai platform. Bahkan di Twitter/X, engagement konten tersebut mencapai 2,5 juta.

Halaman:

Komentar