Skema bonus tersebut diberikan khusus untuk laga tandang. Dari total tujuh pertandingan tandang, lima di antaranya akan mendapat suntikan dana masing-masing Rp1 miliar, sehingga total mencapai Rp5 miliar. Dedi menegaskan bahwa sebelum informasi ini disampaikan ke publik, ia telah memastikan aspek legalitasnya kepada manajemen klub. Bahkan, ia mengaku hingga tiga kali menanyakan apakah informasi tersebut boleh dipublikasikan.
"Hasilnya tidak ada pelanggaran. Maka saya sampaikan secara terbuka karena prinsip saya transparansi," tegasnya.
Ajakan Fokus pada Pertandingan
Meskipun sempat disarankan agar tidak mengumumkan bonus tersebut, Dedi tetap membuka informasi ini sebagai bentuk akuntabilitas dan dukungan nyata kepada Persib. Namun, ia mengajak publik untuk tidak memperpanjang polemik yang ada. Dedi meminta agar energi difokuskan untuk mendukung tim di lapangan.
"Sudah, tidak usah dibahas berlarut-larut. Fokus ke pertandingan ke depan agar target juara tiga kali berturut-turut bisa tercapai," katanya.
Di akhir pernyataannya, Dedi kembali mengapresiasi kritik yang diterimanya, seraya mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas. "Semangat bertanding habis-habisan, bukan berdebat habis-habisan di media sosial. Hatur nuhun," pungkasnya.
Artikel Terkait
Krisis Minyak Iran Makin Parah, Prabowo Turun Tangan Sendiri: Bukti Bahlil Gagal atau Akan Di-reshuffle?
Golkar Dikuasai Jokowi? Said Didu Beberkan Fakta di Balik Serangan ke JK
Bahlil Jadi Beban Prabowo? Ini Alasan Kuat Kenapa Menteri ESDM Harus Segera Di-Reshuffle
Terkuak! Video Ceramah JK yang Dituding Nistakan Agama Ternyata Hasil Manipulasi Konteks, Ini Fakta Lengkapnya