Pria yang akrab disapa Gus Jazil menuturkan, alasannya adalah karena keputusan itu telah tertuang dalam Muktamar ke-V PKB pada 2019. Sehingga bagi PKB, Cak Imin merupakan harga mati sebagai capres PKB.
"Saya pribadi enggak rela (Cak Imin jadi cawapres) . (Saya) sebagai Waketum Bidang Pemenangan, enggak rela lah," kata Jazilul saat diwawancarai di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (20/6/2022).
Oleh karena itu, Jazilul mengatakan, partainya akan tetap membuka komunikasi dengan partai politik lainnya untuk mencari titik temu dalam menentukan pasangan capres dan cawapres.
Hal itu dilakukan lantaran dirinya sadar bahwa partainya tidak bisa berjalan sendiri untuk mengusung pasangan capres dan cawapres.
"Politik ada titik temu, sebelumnya pasti kompromi, karena tujuannya ingin koalisi menang. Ada dua tahap yang ramai-ramai ini baru tahap mencalonkan siapa calonnya setelah itu tahap berikutnya setelah ada calon mana yang menang," jelas Jazilul.
Artikel Terkait
Iran Sebut Indonesia Banci & Pro-AS: Dampak Nyata ke Pertamina dan Cara Memperbaikinya
BMI Ungkap Dalang Sebenarnya di Balik Tudingan AHY Sebar Isu Ijazah Jokowi
Roy Suryo Bocorkan 3 Ancaman Serius untuk Rismon Usai Bersih-bersih Kasus Ijazah Jokowi
Susi Pudjiastuti Sindir Bahlil: Ketahuan Tak Pernah Masak! Ini Fakta di Balik Imbauan Matikan Kompor