“Menurut saya harusnya memang ada alasan yang lebih substantif. Misalnya dianggap tidak berprestasi tapi kalau intoleran dan korupsi misalnya, menurut saya itu terlalu dilebih-lebihkan,” tambah Refly.
Pembuktian Intoleransi
Lanjut Refly, klaim intoleran kepada Anies Baswedan harus dibuktikan secara jelas, bukan hanya sekadar “katanya-katanya”.
“Jadi cek jangan sampai kemudian intoleransi hyanya didasarkan pada story pilkada atau kampanye karena kalau kampanye itu orang banyak strateginya.
Dan yang tidak kalah penting menurut Refly adalah setelah orang tersebut berkuasa.
Karena ketika berkuasa maka akan terbukti apakah dia benar-benar melakukan tindakan intoleransi.
“Yang paling penting adalah ketika dia berkuasa apakah dia melakukan politik intoleran atau tidak,” tegas Refly.
Sumber: sumsel.suara.com
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?