Bagi dia, teguran putri Presiden pertama Indonesia itu wajar. Sebab, Ketua Umum (Ketum) memang seharusnya tidak mentolerir kadernya yang bermain dua kaki.
"Teguran keras Megawati Soekarnoputri terhadap kadernya agar tidak main dua kaki sangat wajar," kata dia Jamiluddin. "Kader seperti ini memang tak loyal ke partai sehingga tidak layak dipertahankan di partai."
Bagi mantan dekan FIKOM IISIP Jakarta tersebut, manuver dua kaki dari anggota partai biasanya sangat berbahaya, karena dapat merugikan partai tempatnya bernaung.
"Kader seperti ini akan mudah menggadaikan partainya," kata dia.
Ketegasan Megawati itu pun dirasa harus ditiru ketum partai lainnya. Karena, menurut dia, kader yang bermain dua kaki juga ada di partai politik lain.
"Hal itu sering terjadi bila ada dua calon atau lebih. Sebagian kader memberikan dukungan ganda," ucapnya.
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?