Menurut dia, partai politik berkoalisi bukan cuma untuk menang pilpres, melainkan mengamankan soliditas di parlemen.
"Percuma menang pemilu presiden kalau parlemen tidak dikuasai," terangnya.
Adi menerangkan kondisi tersebut pernah terjadi pada pemerintahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo Jokowi pada 2014. Dia mengatakan Jokowi memang menang pemilihan presiden, tetapi parlemen dikuasai pendukung Prabowo hampir 2 tahun.
"Hampir semua kebijakan Jokowi dikudeta tak berjalan dengan baik dan banyak resistensi," tuturnya.
Adi menyatakan hal tersebut yang sedang dihindari PDIP karena akan mengganggu stabilitas dan suasana kebatinan.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?
Tragedi Ngada: Benarkah Sekolah di Indonesia Sudah Gratis?