Namun, Fernando menilai situasi tersebut sangat wajar, apalagi di tengah gencarnya parpol-parpol menjalin komunikasi. Saat tensi politik naik, kata Fernando, dugaan saling sindir terkait partai sombong pun akhirnya jadi polemik tersendiri yang mewarnai keduanya.
"Di dalam politik, sangat biasa suatu hubungan ada pasang surut," ujar Fernando kepada GenPI.co, Minggu (26/6).
Fernado mengatakan bahwa Megawati dan Surya Paloh sama-sama ingin menjadi tokoh sentral dalam membangun poros koalisi pada Pemilu 2024. Menurut dia, keduanya ingin beradu untuk menjadi king maker capres tertentu.
Artikel Terkait
Menguak Motif Kasus Andrie Yunus: Benarkah Hanya Dendam Pribadi?
Habib Rizieq Buka Suara: FPI Bukan Cooling Down, Tapi Nonton Buaya Ribut
Reshuffle Kabinet Prabowo Besok? Isu Bahlil Lahadalia Naik Jadi Menko Bikin Heboh!
Pangi Syarwi Bantah Inflasi Pengamat: Saya 17 Tahun di Bidang Ini, Kok Bisa?