"Betapa malunya kalian itu, seumur hidup di sini tercoreng, anak-istri, kalian enggak kasian? Enggak kasian ya sama turunan? Saya bilang jangan korupsi, masih saja ada korupsi, get out! Keluar kamu daripada merusak partai kita," kata Megawati di Jakarta, Senin (27/6/2022).
Hal itu disampaikan Megawati melalui sebuah video yang ditayangkan saat PDIP memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Panggilan berkenaan dengan agenda 'Politik Cerdas Berintegritas' Terpadu di Kantor KPK.
Dia lantas memaparkan sejumlah program internal partai yang dibentuk dan telah dijalankan dalam rangka mencegah korupsi. Program pertama adalah pendidikan politik. Kaderisasi kepemimpinan PDIP disebut dilakukan untuk melahirkan negarawan dengan standar moral dan etika yang baik.
Adapun setiap calon pengurus partai, kepala daerah, dan anggota legislatif wajib mengikuti psikotes dan sekolah partai. Program kedua adalah pembangunan integritas dimana PDIP membangun sistem untuk menjaga integritas dengan menyusun sepaket peraturan, di antaranya kewajiban pimpinan partai melaporkan kekayaan partai kepada ketua umum hingga sanksi pemecatan bagi anggota dan kader partai yang tertangkap tangan KPK.
Megawati mengatakan, setiap kader PDIP yang berstatus tersangka korupsi juga tidak akan bisa dicalonkan sebagai calon kepala daerah, wakil kepala daerah dan anggota legislatif. Dia melanjutkan, PDIP membatasi pencalonan kepala daerah dan anggota legislatif dalam satu keluarga paling banyak hanya dua orang yang bisa dicalonkan guna melawan nepotisme.
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?