"Nasdem sekarang sudah menjadi perbincangan yang luar biasa. Ada yang berempati, ada yang mengatakan jalan terus, dan jangan jalan," ujarnya.
Dia menegaskan, perpaduan yang dihadapi saat ini merupakan dialektika dan romantika Partai Nasdem. Namun, apa pun itu pihaknya terus berbesar hati menghadapi semuanya.
"Kalau partai ini sudah memiliki sebuah peran dan eksistensi keberadaannya, tidak mungkin dia menjadi pusat perhatian," kata dia.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Kontroversi Bahlil: Benarkah Kebijakan ESDM Baru Tricky dan Picu Penurunan Kepercayaan Publik?
UU PPRT Akhirnya Sah! Ini 12 Hak Pekerja Rumah Tangga yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
Logo Babi di Acara Maulid Nabi: Intrik Politik atau Pelecehan Agama? Ini Analisis dan Tuntutannya
Bahlil Naikkan Harga BBM & LPG: Bumerang Politik Pertama untuk Pemerintahan Prabowo?