"Nasdem sekarang sudah menjadi perbincangan yang luar biasa. Ada yang berempati, ada yang mengatakan jalan terus, dan jangan jalan," ujarnya.
Dia menegaskan, perpaduan yang dihadapi saat ini merupakan dialektika dan romantika Partai Nasdem. Namun, apa pun itu pihaknya terus berbesar hati menghadapi semuanya.
"Kalau partai ini sudah memiliki sebuah peran dan eksistensi keberadaannya, tidak mungkin dia menjadi pusat perhatian," kata dia.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Rocky Gerung Peringatkan Prabowo: Risiko Jadi Mediator Iran-AS dan Fakta Tuduhan Agen Amerika
PMI Investasi Rp 5,3 Triliun di Indonesia: Sampoerna Jadi Pusat Ekspor Global untuk 30+ Negara?
Impor 105 Ribu Pikap India Ditolak, Mahasiswa Desak Dirut Agrinas Dicopot!
Gagal Total Negosiasi ART? Pakar Sebut Tim Ekonomi Prabowo Hanya Jadi Janitor AS