Bagi Djarot, hal itu tidak dapat ditentukan oleh orang per orang atau individu. Sebab, persatuan bangsa merupakan ideologi yang sejatinya telah melekat dalam Pancasila itu sendiri.
"Eh yang mempersatukan bangsa kita, sekali lagi ya itu bukan orang per orang lho, (tapi) yang mempersatukan bangsa kita itu ideologi ya. Ideologi Pancasila itu lah yang mempersatukan bangsa kita, nilai-nilai dalam ideologi itulah yang mempersatukan bangsa kita," kata Djarot kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin (27/6/2022).
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan, persoalan persatuan bangsa itu bukan bergantung pada sosok, melainkan pemahaman dari setiap pribadinya.
Oleh karena itu, kata Djarot, hal itu yang menjadi tolak ukur bagi setiap kandidat calon presiden (capres) kelak untuk menjadikan dirinya sebagai pemersatu bangsa.
"Sekarang persoalannya ini, sekarang ini tidak bisa hanya tergantung orang per orang, tapi bagaimana pehaman orang per orang itu ya, apakah dia punya pemahaman ideologi yang kuat ukurannya itu. Jadi bukan karena orang, tapi karena Pancasila-nya dong," tukas dia.
Artikel Terkait
PMI Investasi Rp 5,3 Triliun di Indonesia: Sampoerna Jadi Pusat Ekspor Global untuk 30+ Negara?
Impor 105 Ribu Pikap India Ditolak, Mahasiswa Desak Dirut Agrinas Dicopot!
Gagal Total Negosiasi ART? Pakar Sebut Tim Ekonomi Prabowo Hanya Jadi Janitor AS
Ijazah Paket C Tiyo Ardianto Disorot, Buni Yani: Tak Masalah, Ini Justru Buktikan...