Kalimatnya itu bukan tanpa dasar. Sebab menurutnya, masyarakat kalangan bawah pengguna minyak goreng belum tentu mempunyai telepon cerdas. Masyarakat miskin itu kesusahan membeli minyak goreng, apalagi membeli telepon cerdas.
"Minyak curah harus tersedia dan harus terjangkau oleh publik meski mereka tidak punya smartphone," kata Achmad dalam keterangan yang diterima, Selasa (28/6/2022).
Itu penting dilakukan untuk menunjukan sikap negara hadir dalam lingkungan masyarakat kelas bawah yang tidak mempunyai telepon pintar.
Achmad pun mengakui penggunaan teknologi akan membantu menyederhanakan prosednur dan birokrasi yang bertele-tele. Tetapi, kata dia, kebijakan tersebut tentu tidak adil, terutama bagi mereka yang tidak punya telepon pintar.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?